Nama : Leandra Luthfi Gaviota
Kelas : 8D

The Imitation Game adalah sebuah film independen bergenre drama sejarah yang mengisahkan tentang seorang matematikawan asal Inggris bernama Alan Mathison Turing.
Film ini ditulis oleh Graham Moore berdasarkan buku biografi berjudul Alan Turing: The Enigma karya Andrew Hodges pada tahun 1983 silam.
Alan Turing, dan diceritakan ia harus memecahkan kode enksripsi Enigma dari Jerman selama Perang Dunia II untuk Pemerintah Inggris. Bersama Joan Clarke, seorang mahasiswi pintar dari Universitas Cambridge sekaligus istri dari Turing yang membantu memecahkan kode Enigma milik Jerman.
Sinopsis
Pada tahun 1939, Inggris bersiap untuk menyatakan peperangan terhadap Jerman. Pada momen itu, Alan Turing bergabung dengan tim kriptografi yang terdiri dari Keith Furman, Charles Richards, Hugh Alexander, John Cairncross, dan Peter Hilton.
Di bawah perintah Komandan Alastair Denniston, mereka ditugaskan untuk menganalisis, dan memecahkan kode Enigma yang digunakan oleh Nazi untuk mengirim pesan rahasia.
Dalam tim tersebut, Turing ternyata menjadi satu-satunya orang yang sulit untuk diajak bekerja sama. Ia beranggapan bahwa rekan-rekannya tidak lebih pintar darinya. Turing sering bekerja seorang diri, dan ia pun merancang sebuah mesin untuk menguraikan pesan rahasia yang terdapat dalam Enigma.

Akan tetapi, Komandan Denniston menolak untuk mendanai pembangunan mesin rancangan Turing tersebut. Turing lalu menulis surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri Inggris Winston Churchill, dan menjelaskan apa yang ia inginkan dan rencanakan.
Mesin yang ia buat ternyata masih belum mampu mengurai kode enkripsi Enigma dengan cepat. Komandan Denniston mulai hilang kesabaran, dan memerintahkananak buahnya untuk menghancurkan mesin itu.

Turing tentunya marah akan hal tersebut. Ia beserta timnya mengancam kepada Komandan Denniston bahwa akan meninggalkan tim jika mesin itu dihancurkan. Rencana dari Denniston tidak jadi dilaksanakan, dan mereka tetap bekerja lagi untuk memecahkan Enigma.

Beberapa waktu kemudian, Turing mengatur ulang mesinnya supaya bisa bekerja lebih baik lagi. Hasilnya, mesinnya itu akhirnya mampu memecahkan kode rahasia Enigma secara cepat.
Dalam momen keberhasilan tersebut, Turing pun akhirnya mengetahui jika Cairncross ternyata adalah mata-mata Uni Soviet. Cairncross lalu mengatakan kepadanya bahwa Soviet mempunyai tujuan yang sama untuk memecahkan Enigma.
Ia mengancam kepada Turing jika akan mengungkapkan orientasi seksualnya kepada seluruh tim jika dirinya membocorkan identitas dirinya yang sebenarnya.
Agen MI6 yang bernama Stewart Menzies menemui Clarke dan mengancamnya atas segala pekerjaan yang dilakukan olehnya beserta sang suami. Karena terdesak, Turing pun mengatakan kepadanya bahwa Cairncross adalah mata-mata.
Namun, Menzies sudah mengetahui hal itu karena ia mempunyai rencana sendiri yang bisa menguntungkan Pemerintah Inggris.
Setelah perang berakhir, Menzies meminta secara keras kepada Turing, dan juga para kriptografer untuk menghancurkan segala bukti pekerjaan mereka

Dan mereka pun dilarang untuk saling bertemu hingga harus merahasiakan semuanya.